Mak, mau ... ...
Nak, jangan ... ....
Mak,, mau .. ... ....
Nak,, jangan .. ... ....
Mak, ...
Nak, jangan ... ....
Jumat, 11 Juli 2014
Senin, 19 Mei 2014
Rabu, 09 April 2014
PIC
Pertama kalinya saya memulai OJT di kantor ini, banyak istilah-istilah perkantoran yang baru saya dengar. Salah satunya "PIC". PIC bukan akronim buat gambar (picture), namun PIC ialah suatu singkatan sendiri.
" untuk event kali ini, PIC-nya pak mamat aja ya!". (contoh penggunaan istilah PIC)
Saya pun menebak-nebak apakah itu kepanjangan PIC. PIC?? Partner In Crime?? Person In Contact?? Papah Ingin Cium??.
Selidik dan ditelisik, ternyata PIC adalah Person In Charge.
Kemudian saya mikir...
Dan, jadilah cerita di atas.
Semoga terhibur :)
Selasa, 08 April 2014
kerupuk teripang (?)
Ini saya buat ketika liat ibu-ibu dikantor lagi makan kerupuk teripang. Terus, salah satu ibu-ibu itu nanya "Teripang wujudnya gimana sih?". Ting Tong!! dapetlah cerita ini. Semoga terhibur :)
Senin, 07 April 2014
Jumat, 28 Maret 2014
5 Tipe penumpang busway
Oke, kali ini saya ngepost salah satu karya saya akhir-akhir ini.. semoga pembaca suka.. Bisa diliat juga di si cungkring. :)
Kamis, 27 Maret 2014
ini rumah kecilku
ini rumah kecilku.
hanya sebidang dan berbilik bambu
rumah tempat bermain dan menghabiskan sisa umurku
tinggal pula kerabat dan familiku
ini rumah kecilku
hanya sebidang dan beratap kayu
tak jarang teman berkunjung dan mengadu
disini sempat singgah teman yang menggodaku
ini rumah kecilku
hanya sebidang dan diikat paku
tak henti badai menerpa selalu
tak bosan kilat menari di bilik-bilik atapku
ini rumah kecilku
hanya sebidang dan tak berpintu
ya, ini rumah kecilku
Kamis, 13 Februari 2014
Rabu, 22 Januari 2014
KORUPTOR LATIP
Latip!
Sua sua latip!
Trekpam!
Trekpam! Latip!
Latip ita latip!
Sua sua ita!
Sua sua latip!
Trekpam! Ita latip!
Sua sua latip!
Trekpam!
Trekpam! Latip!
Latip ita latip!
Sua sua ita!
Sua sua latip!
Trekpam! Ita latip!
beberapa karya saya bisa dibeli di sini
KALENG IKAN KALENG
Kaleng ikan kaleng.
Tadah air hujan.
Rintik-rintik berdenting deras.
Kemana engkau tuan budiman.
Kenapa anakmu jadi pemeras
Kaleng ikan kaleng.
Hanyut di selokan.
Melayang arus terbawa sungai.
Jangan sembunyi hai jagoan.
Padi kapas rubuh terkulai
Kaleng ikan kaleng.
Basah terendam genangan.
Tak lama kian berkarat.
Cari muka, cari kepercayaan.
Sudah jaya berkhianat.
Kaleng kaleng, ikan
Numpuk di selokan.
Menyumbat air mengalir.
Baik lekas bereskan.
Sebelum datang banjir.
beberapa karya saya ada di sini
Tadah air hujan.
Rintik-rintik berdenting deras.
Kemana engkau tuan budiman.
Kenapa anakmu jadi pemeras
Kaleng ikan kaleng.
Hanyut di selokan.
Melayang arus terbawa sungai.
Jangan sembunyi hai jagoan.
Padi kapas rubuh terkulai
Kaleng ikan kaleng.
Basah terendam genangan.
Tak lama kian berkarat.
Cari muka, cari kepercayaan.
Sudah jaya berkhianat.
Kaleng kaleng, ikan
Numpuk di selokan.
Menyumbat air mengalir.
Baik lekas bereskan.
Sebelum datang banjir.
beberapa karya saya ada di sini
Minggu, 15 September 2013
singkong, kambing dan sapi
...
Ada seorang Tua yang tinggal disuatu kampung. Orang ini sangat disegani oleh warga dikampung itu, terkenal arif, kaya raya dan dermawan. Namun, suatu ketika musibah kebakaran menghampiri diri dan keluarganya. Nasib malang, Si Tua kehilangan seluruh hartanya yang dimilikinya. Hanya tersisa keluarga dan seekor kambing betina yang berhasil di selamatkan.
Karena sehabis tertimpa musibah, hidup si Tua dan keluarganya sangat susah. Susah sekali, sampai-sampai mereka masih bertempat tinggal di puing-puing rumahnya. Namun si Tua selalu mengajarkan kepada keluarganya untuk ridho atas apa yang telah terjadi. Sampai suatu ketika datanglah seorang tetangga yang Miskin berkunjung untuk menjenguk si Tua. Nah, Si Miskin ini juga warga kampung itu, dia hanya tinggal beratapkan terpal di kebun singkong milik majikannya. Si Miskin datang ke rumah si Tua untuk menjenguk dan menunjukkan rasa prihatinnya terhadap apa yang menimpa pada si Tua. Si Tua dan keluarga sangat senang atas kepedulian si Miskin. Si Miskin ini juga memberikan "sekarung singkong" kepada si Tua untuk bekal si Tua dan keluarga.
Tentu si Tua menerima "Sekarung Singkong" dari si Miskin, tetapi si Tua hanya mau menerima dengan syarat "barter". Si Tua mau menerima "sekarung singkong" dari si Miskin, asalkan si Miskin mau menerima "kambing betina" milik si Tua. Si Miskin terheran-heran, tetapi si Tua berkata " Biarlah, anggap saja saya juga bersedekah kepadamu." Yasudah, si Miskin pulang dari rumah si Tua dengan menuntun seekor kambing sambil tersenyum-senyum. Hahahaha.. (namanya rejeki).
...
Di jalan, si Miskin bertemu dgn tetangganya si Tajir. Tajir ini pengusaha sapi, dari hulu ke hilir semua dipegang oleh dia tapi sayang usahanya masih kalah dgn punya si Tua. (dulu)
Melihat si Miskin menuntun seekor kambing, si Tajir bertanya darimana dia memperoleh kambing tersebut. Si Miskin pun menceritakan dengan jelas bagaimana dia memperoleh kambing tsb . Kambing tsb bermula dr sekarung singkong yg diberikan kpd si Tua.
Si Tajir lsg punya ide, " Kalau si Miskin ngasih singkong dapet kambing, Kalau saya ngasih sapi hamil dapet apa ya? Mungkin dapet yang lebih mewah."
Si tajir pun lsg bergegas ke rumah si Tua, sambil menuntun seekor sapi hamil yang besaaaaaaar sekali. Si Tua terkaget2 begitu melihat si Tajir datang membawa sapi. SI Tajir pun melakukan hal yang sama dgn si Miskin, memberikan sapinya kpda si Tua. Si Tua mau menerimanya asalkan si Tajir mau pula menerima pemberian si Tua. Tentu saja dgn antusias si Tajir mau menerima. Karena di rumah si Tua yang tersisa hanya "sekarung singkong" dari si Miskin, diberikanlah "sekarung singkong" tersebut kepada si Tajir .
Yah, si Tajir melenggang pulang dgn memanggul "sekarung singkong". Hasil pemberiannya kepada si Tua. Dan keluarga si Tua merasa nyaman, karena dirumahnya sudah ada seekor sapi hamil yang akan melahirkan.
Hahahaha.
*cerita dongeng dgn sedikit perubahan
*nggak bisa nulis bagus, jd harap maklum ya.
Ada seorang Tua yang tinggal disuatu kampung. Orang ini sangat disegani oleh warga dikampung itu, terkenal arif, kaya raya dan dermawan. Namun, suatu ketika musibah kebakaran menghampiri diri dan keluarganya. Nasib malang, Si Tua kehilangan seluruh hartanya yang dimilikinya. Hanya tersisa keluarga dan seekor kambing betina yang berhasil di selamatkan.
Karena sehabis tertimpa musibah, hidup si Tua dan keluarganya sangat susah. Susah sekali, sampai-sampai mereka masih bertempat tinggal di puing-puing rumahnya. Namun si Tua selalu mengajarkan kepada keluarganya untuk ridho atas apa yang telah terjadi. Sampai suatu ketika datanglah seorang tetangga yang Miskin berkunjung untuk menjenguk si Tua. Nah, Si Miskin ini juga warga kampung itu, dia hanya tinggal beratapkan terpal di kebun singkong milik majikannya. Si Miskin datang ke rumah si Tua untuk menjenguk dan menunjukkan rasa prihatinnya terhadap apa yang menimpa pada si Tua. Si Tua dan keluarga sangat senang atas kepedulian si Miskin. Si Miskin ini juga memberikan "sekarung singkong" kepada si Tua untuk bekal si Tua dan keluarga.
Tentu si Tua menerima "Sekarung Singkong" dari si Miskin, tetapi si Tua hanya mau menerima dengan syarat "barter". Si Tua mau menerima "sekarung singkong" dari si Miskin, asalkan si Miskin mau menerima "kambing betina" milik si Tua. Si Miskin terheran-heran, tetapi si Tua berkata " Biarlah, anggap saja saya juga bersedekah kepadamu." Yasudah, si Miskin pulang dari rumah si Tua dengan menuntun seekor kambing sambil tersenyum-senyum. Hahahaha.. (namanya rejeki).
...
Di jalan, si Miskin bertemu dgn tetangganya si Tajir. Tajir ini pengusaha sapi, dari hulu ke hilir semua dipegang oleh dia tapi sayang usahanya masih kalah dgn punya si Tua. (dulu)
Melihat si Miskin menuntun seekor kambing, si Tajir bertanya darimana dia memperoleh kambing tersebut. Si Miskin pun menceritakan dengan jelas bagaimana dia memperoleh kambing tsb . Kambing tsb bermula dr sekarung singkong yg diberikan kpd si Tua.
Si Tajir lsg punya ide, " Kalau si Miskin ngasih singkong dapet kambing, Kalau saya ngasih sapi hamil dapet apa ya? Mungkin dapet yang lebih mewah."
Si tajir pun lsg bergegas ke rumah si Tua, sambil menuntun seekor sapi hamil yang besaaaaaaar sekali. Si Tua terkaget2 begitu melihat si Tajir datang membawa sapi. SI Tajir pun melakukan hal yang sama dgn si Miskin, memberikan sapinya kpda si Tua. Si Tua mau menerimanya asalkan si Tajir mau pula menerima pemberian si Tua. Tentu saja dgn antusias si Tajir mau menerima. Karena di rumah si Tua yang tersisa hanya "sekarung singkong" dari si Miskin, diberikanlah "sekarung singkong" tersebut kepada si Tajir .
Yah, si Tajir melenggang pulang dgn memanggul "sekarung singkong". Hasil pemberiannya kepada si Tua. Dan keluarga si Tua merasa nyaman, karena dirumahnya sudah ada seekor sapi hamil yang akan melahirkan.
Hahahaha.
*cerita dongeng dgn sedikit perubahan
*nggak bisa nulis bagus, jd harap maklum ya.
Jumat, 06 September 2013
Alhamdulillah, penempatan..
5 september 2013.
Alhamdulillah, penantian selama berbulan-bulan keluar juga hasilnya.
Pengumuman penempatan muncul !
hahahaha..
Dan, pengumuman menyatakan kalo saya ditempatkan di instansi Direktorat Jenderal Perbendaharaan Negara. Semoga saya bisa berkarya sebaik-baiknya di instansi ini.
salam sukses :)
Alhamdulillah, penantian selama berbulan-bulan keluar juga hasilnya.
Pengumuman penempatan muncul !
hahahaha..
Dan, pengumuman menyatakan kalo saya ditempatkan di instansi Direktorat Jenderal Perbendaharaan Negara. Semoga saya bisa berkarya sebaik-baiknya di instansi ini.
salam sukses :)
Minggu, 01 September 2013
Gambar peristiwa selama 1 tahun ini..
Oke bung!
Lama sekali tak membuat suatu postingan.
:)
Ya, nyaris satu tahun saya libur di kampung halaman. Satu tahun, eerm.. Satu tahun yang menyenangkan saya kira. Kapan lagi kan bisa ngumpul dgn keluarga dan sahabat di kampung halaman. Hahahaha.
Rasanya patut sekali buat bersyukur untuk ini semua. Hal kecil yang disyukuri bakal jadi suatu kebahagiaan yang sangat berarti.
Nah, kali ini saya ingin ngeposting gambar2 selama kurang lebih setahun ini. Kelak ini bakal jadi kenangan buat saya tentunya.
Lama sekali tak membuat suatu postingan.
:)
Ya, nyaris satu tahun saya libur di kampung halaman. Satu tahun, eerm.. Satu tahun yang menyenangkan saya kira. Kapan lagi kan bisa ngumpul dgn keluarga dan sahabat di kampung halaman. Hahahaha.
Rasanya patut sekali buat bersyukur untuk ini semua. Hal kecil yang disyukuri bakal jadi suatu kebahagiaan yang sangat berarti.
Nah, kali ini saya ingin ngeposting gambar2 selama kurang lebih setahun ini. Kelak ini bakal jadi kenangan buat saya tentunya.
oke, ini gambar pertama... Ini waktu saya ngumpul buka bersama dgn sahabat-sahabat SMA, temen satu penderitaan dan pergalauan. Temen seperjuangan dan juga temen spertangisan (walau saya ragu soal sepertangisanny). Kami emang demen tuh ngumpul2 bareng dulu pas SMA. Skg kalo diliat dah pada tua-tua.. Udah merantau kemana2, malah ada yang udah gendong baby :') duh.. -_-
penampakan kami 9 tahun yg lalu t kayak ini nih.
duer! vintage banget yak. Hahahaha.. Emang dah lawas bgt.. tebak gw yg mana hayoo.. :p
Wakakakak! muka2 antek2 hitler semua ini.. ckckckck.. (kagak sengaja nemu ni foto)
Ini apalagi dah, masa2 di plonco banget lah.. Tapi semua inilah yg bikin kami "kental" sampe skg. Ya walau skg jumlah personilny udah gak tau kemana lagi ya .
Sudah berumur ya :')
Lanjut yaa. Oke.. Next! Idul fitri!
Mumpung dirumah lama, jadi emang manfaatin bgt lah libur buat kumpul keluarga..
ini habis sholat ied. Muka gw acak2an bangeeet -_-
ini sama afika si keponakan, lucu maksimal lah bocahny.. Bapakny korban iklan kayakny. -_-
Ini, lagi nyantai.. Hahahaa.. Suka bangetlah sama gambar yang ini :)
Terakhir..
Hmm.. Gambar ini aja deh, gambar foto bareng pas kelar TKD
hehehe.. Ini foto mungkin beberapa tahun lagi bakal jadi nostalgia.. :')
Ah, sebenerya banyak momen2 asik yang pengen aku abadiin di postingan ini. Tapi ya, nggak semua momen t ada fotonya. Ya, semoga semakin banyak bersyukur aja lah.. Kalo liat2 gambar ginian. Toh, libur panjang gini. Ada momen2 asyik2nya. hahaha. Alhamdulillah lah..
Selamat malam :)
Minggu, 05 Mei 2013
Sandal Pelangi
Inget nggak??
Dulu sewaktu kita
masih kecil ada banyak dongeng yang bercerita tentang Pelangi..
Setengah lingkaran
berwarna-warni yang kerap muncul di langit sehabis hujan.
Dan ada beberapa
dongeng yang bercerita, bahwa pelangi itu merupakan jembatan penghubung antara
bumi ini dengan khayangan. Ingat cerita Jaka Tarub?? Yang mencuri selendang
Bidadari. Nah, bidadarinya itu kan juga
melintasi pelangi sebagai jembatan untuk bisa mandi di bumi.
Iya kan? Hahaha..
Nah, bicara tentang
cerita dongeng Pelangi dan Jaka Tarub.
Ada suatu cerita
yang mirip dengan Jaka Tarub dan Pelangi. Tersebutlah disisi lain dunia yang berkisah tentang seorang pemuda yang
punya ambisi persis seperti Jaka Tarub. Sebut saja nama pemuda ini Jaka
Cungkring, biar gampang panggil saja dia Jessi ("Jc" biar kerenan).
Jessi ini punya ambisi ingin mempersunting bidadari yang paling cantik di
khayangan. Entah kenapa si Jessi ini bisa-bisanya punya ambisi seperti itu,
mungkin sering ditolak oleh wanita-wanita dimuka bumi kali ya? Hahahaha.. Apapun itu penyebabnya, yang jelas si Jessi
ini bersungguh-sungguh ingin mempersunting bidadari yang puuuaaaling cantik di khayangan.
Jessi mencari tahu,
bagaimana caranya bisa mempersunting bidadari. Dan dia pun akhirnya tahu, bahwa
bidadari sering turun ke bumi ketika muncul pelangi. Karena pelangi merupakan
salah satu jalan yang menghubungkan antara khayangan dan bumi.. Dengan tekad
yang bulat, si Jessi ini menanti kapan munculnya pelangi. Celakanya, hari
berganti hari, bulan berganti bulan, hujan tak kunjung turun juga. Entah kenapa
hujan tak turun, nampaknya tahun ini akan terjadi kemarau yang panjang. Jessi
bingung bukan kepalang. Jika hujan tak turun, maka pelangi pun tak akan muncul
di langit. Bagaimana bisa bidadari itu turun kalau tak muncul pelangi???.
Jessi kesal, namun
kekesalannya itu tak membuatnya gentar untuk mewujudkan ambisinya. Berangkatlah
Jessi berkeliling dunia untuk mencari pelangi. Selama perjalanan, si Jessi
terus bertanya kepada semua orang yang bisa ia tanya. "Dimana muncul
pelangi?". "Apakah pelangi
muncul disekitar sini?". Entah sudah berapa jauh dan berapa lama si
Jessi ini berjalan untuk mencari pelangi, sampai suatu ketika ia bertemu dengan
seorang tua.
"Maaf pak,
apakah pelangi muncul disekitar sini?"
tanya Jessi kepada si Tua. Si Tua menjawab, " tidak nak, ada apa
gerangan engkau mencari pelangi?". Jessi pun bercerita kepada si Tua
tentang alasan dia mencari pelangi, dan bagaimana perjalanan yang telah dia
lakukan hanya untuk mencari pelangi. Mendengar cerita Jessi, si Tua berkata
"saya bisa membantumu nak". Jessi pun tertegun, bagaimana bisa si Tua itu bisa membantu dirinya . Si tua
berkata andai Jessi mau berguru kepadanya, dia akan mengajarkan si Jessi
bagaimana caranya membuat pelangi dan melintasinya. Sehingga Jessi tak perlu
lagi berkeliling untuk mencari pelangi. Jessi pun menyetujuinya..
Jessi pun belajar sungguh-sungguh dengan
gurunya, dia mematuhi segala perintah gurunya dan memperhatikan baik-baik serta
seksama apa yang diajarkan si Tua. Seiring waktu berjalan, tibalah saatnya si
Tua memberikan pusakanya yang dapat mengantarkan Jessi untuk pergi ke
khayangan. Pusaka itu ialah "sendal pelangi", sendal ini hanya dapat
digunakan oleh orang-orang yang punya tekad yang kuat namun sayangnya sendal
itu hanya bisa dipakai 1kali, tidak bisa dipakai lebih. Untuk menguji tekadnya
si Jessi, maka si Tua mengadakan 1000 macam ujian kepada Jessi. Entah apa saja
itu macamnya. Mungkin, TPA, TKD, Fisik, Kesehatan, TOEFL, Ketampanan, dsb masuk
didalam ujian yang diujikan si Tua kepada Jessi. Hebatnya si Jessi berhasil
lulus dari 1000 macam ujian tersebut, walau di ujian ketampanan nilainya hanya
sedikit diatas nilai mati. Hahahaha..
Tibalah saatnya
Jessi pergi ke khayangan setelah pelangi tak muncul dimana-mana.
Dikenakan sendal itu
dikedua kakinya dan hap.. Hap.. Pelangi muncul seketika Jessi melangkah dan
sampailah dia di khayangan. Tak lama dari itu, Jessi pun akhirnya kembali dari
khayangan tanpa membawa seorang bidadari .
Si Tua merasa heran, kenapa Jessi tak membawa 1 bidadari pun dari
khayangan. Jessi mengungkapkan bahwa dia tidak lagi berminat mempersunting
bidadari. Lah?? Kok bisa??
Jessi pun bercerita,
"karena pelangi tak kunjung muncul, bidadari-bidadari di khayangan tidak
bisa mandi di bumi. Ini entah sudah berapa lama pelangi tak kunjung muncul.
Guru bayangin saja, seperti apa tidak sedapnya aroma ketiak mereka?". Si Tua
terbahak mendengar penuturan Jessi.
Yah, si Jessi
kembali ke tempat tinggalnya. Tekadnya
seketika pudar ketika dia menemui langsung bidadari di khayangan. Yang jelas
dia tak bisa lagi kembali ke khayangan, karena sandal itu hanya 1 kali pakai.
Entahlah.. Hahahaha..
*cerita dongeng
dengan sedikit perubahan
*nggak bisa nulis
bagus jadi maklumin aja ya
:))
Kamis, 25 April 2013
Libur.. yaa libur panjaaang :))
hai..
dah lama nggak buka blog.
coret2 dikit nggak apalah ya.
Apa kabar semua pembaca blog? saya harap kalian sehat semua :)
(semoga ada yang baca)
Agak aneh emang, ketika saya sedang libur seperti ini. Blog tempat corat coret saya yang tercinta ini nggak tersentuh sama sekali. Maklumlaah, namanya juga hidup (apa hubungannya? -_-).
Libur..
Libuur yang panjang..
Udah kurang lebih 6 bulan saya libur. Libur sebelum waktu sibuk tiba -_-. Yaah, saya yakin habis libur ini bakal banyak kegiatan yang sangat menyibukkan. Tapi, entah rasanya libur kepanjangan ini nggak begitu bikin gundah. Soalnya 3 tahun lalu saya pernah "libur yang sangaat panjang (lebih panjang dr ini) + ketidakpastian hidup", bisa dibilang masa2 sulit saya itu dulu. #skip #abaikan
:))
Oh iya, selagi libur ini saya nyoba bikin komik2 sederhana.. Yaaa, setelah ada "armor" baru. Ini kesempatan lah buat nyalurin hobi lagi.. Mungkin temen2 suka? ini deh saya tampilin beberapa potongannya :))
dah lama nggak buka blog.
coret2 dikit nggak apalah ya.
Apa kabar semua pembaca blog? saya harap kalian sehat semua :)
(semoga ada yang baca)
Agak aneh emang, ketika saya sedang libur seperti ini. Blog tempat corat coret saya yang tercinta ini nggak tersentuh sama sekali. Maklumlaah, namanya juga hidup (apa hubungannya? -_-).
Libur..
Libuur yang panjang..
Udah kurang lebih 6 bulan saya libur. Libur sebelum waktu sibuk tiba -_-. Yaah, saya yakin habis libur ini bakal banyak kegiatan yang sangat menyibukkan. Tapi, entah rasanya libur kepanjangan ini nggak begitu bikin gundah. Soalnya 3 tahun lalu saya pernah "libur yang sangaat panjang (lebih panjang dr ini) + ketidakpastian hidup", bisa dibilang masa2 sulit saya itu dulu. #skip #abaikan
:))
Oh iya, selagi libur ini saya nyoba bikin komik2 sederhana.. Yaaa, setelah ada "armor" baru. Ini kesempatan lah buat nyalurin hobi lagi.. Mungkin temen2 suka? ini deh saya tampilin beberapa potongannya :))
yang ginian juga ada
hahahaa.. gimana?
lumayan kan? nggak jelek, walau nggak bisa dibilang bagus juga.
:p
nama komiknya itu d`cungkring tapi karena di page Fb nya ga bisa pake d` cungkring, jadinya dibuat Si cungkring.. (kalo mau di suka boleh kok mampir aja :D)
Lumayan kan buat isi2 waktu luang nan kosong, siapa tau kekumpul banyak bisa dijadiin buku sebelum libur ini habis... Nikmati sajalah libur ini..
Udah deh, dah malem..
Selamat malam semua :)(
Jumat, 22 Februari 2013
(type) write
tak tik tak tik tak tik tak tik tak tik.
TING!
greek greek greek.
tak tik tak tik tak tik.
TING!
TING!
TING!
greek greek greek.
tak tik tak tik tak tik.
TING!
TING!
Selasa, 12 Februari 2013
Kata Edison Tentang Bola Lampu
Thomas Alva Edison.
Setiap orang pasti pernah denger namanya, walau nggak tau siapa paling tidak pernah denger lah. Hahahaha.
Iya, beliau pendiri perusahaan General Electric. Daripada sebagai pendiri perusahaan, beliau lebih terkenal sebagai penemu lampu pijar dan beberapa hak paten yang lain.
Lampu pijar.
Beliau berkata bahwa untuk menciptakan 1 buah lampu pijar yang berhasil membutuhkan 1000 kali eksperimen gagal dan 1 kali eksperimen berhasil. Bayangin, totalnya 1001 kali eksperimen hanya untuk membuat 1 lampu yg menyala.
Yang jadi pertanyaan itu, kenapa harus 1001 kali eksperimen? Siapa aja tau jawabannya, semua hasil butuh proses. Jelas, semuanya pasti butuh proses. Secara sadar atau gak sadar yang namanya proses itu ngebantu buat kesempurnaan hasil. Setiap kali kegagalan eksperimen yang dialami Edison bukanlah tiada arti.
Eksperimen gagal Edison dari yang pertama kali sama ke seribu kali, ngebantu beliau buat mengerti "how to make it real". Ketika sudah sampai ke-1001, semua yang bermula dari imagine-nya ternyata menjadi "real". Lampu pijar yang ditemuin Edison, bisa jadi dasar buat pengembangan lampu-lampu jaman gini.
Sadar gak sadar.
Sering juga ya buat kita yang ngerasa gagal atau gak puas dengan kegiatan yang dilakuin. Semacam tidak ada kesesuaian antara ekspektasi dengan realita. Tapi sadar gak? Kadang setelah hal yang tidak sesuai itu terjadi tiba-tiba kayak ngasih pengetahuan tersendiri. Jadi mengerti "oh, jd di sini" atau " oh iya ya" sambil nepok jidat seakan kalo dikasih kesempatan 2 kali gak bakal terjadi hasil yang sama.
Nah, itu. . Itu juga mungkin yang dialami Edison sampe nemui bola lampu. Andai si Edison berhenti di eksperimenny yang ke-1000. Lampu gak bakal ditemui lewat tangannya. Hahaha.
Makasih ya Allah, telah banyak aku diberi pengalaman berharga oleh-Mu.
Setiap orang pasti pernah denger namanya, walau nggak tau siapa paling tidak pernah denger lah. Hahahaha.
Iya, beliau pendiri perusahaan General Electric. Daripada sebagai pendiri perusahaan, beliau lebih terkenal sebagai penemu lampu pijar dan beberapa hak paten yang lain.
Lampu pijar.
Beliau berkata bahwa untuk menciptakan 1 buah lampu pijar yang berhasil membutuhkan 1000 kali eksperimen gagal dan 1 kali eksperimen berhasil. Bayangin, totalnya 1001 kali eksperimen hanya untuk membuat 1 lampu yg menyala.
Yang jadi pertanyaan itu, kenapa harus 1001 kali eksperimen? Siapa aja tau jawabannya, semua hasil butuh proses. Jelas, semuanya pasti butuh proses. Secara sadar atau gak sadar yang namanya proses itu ngebantu buat kesempurnaan hasil. Setiap kali kegagalan eksperimen yang dialami Edison bukanlah tiada arti.
Eksperimen gagal Edison dari yang pertama kali sama ke seribu kali, ngebantu beliau buat mengerti "how to make it real". Ketika sudah sampai ke-1001, semua yang bermula dari imagine-nya ternyata menjadi "real". Lampu pijar yang ditemuin Edison, bisa jadi dasar buat pengembangan lampu-lampu jaman gini.
Sadar gak sadar.
Sering juga ya buat kita yang ngerasa gagal atau gak puas dengan kegiatan yang dilakuin. Semacam tidak ada kesesuaian antara ekspektasi dengan realita. Tapi sadar gak? Kadang setelah hal yang tidak sesuai itu terjadi tiba-tiba kayak ngasih pengetahuan tersendiri. Jadi mengerti "oh, jd di sini" atau " oh iya ya" sambil nepok jidat seakan kalo dikasih kesempatan 2 kali gak bakal terjadi hasil yang sama.
Nah, itu. . Itu juga mungkin yang dialami Edison sampe nemui bola lampu. Andai si Edison berhenti di eksperimenny yang ke-1000. Lampu gak bakal ditemui lewat tangannya. Hahaha.
Makasih ya Allah, telah banyak aku diberi pengalaman berharga oleh-Mu.
Mi Ayam Mi Ayam
Mi + ayam = mi ayam.
Enak itu, kangen sekali bisa makan mi ayam. Dulu di kampus tinggal jalan ke ceger udah nemu abang-abang mi ayam. Nyesek juga ye aku ini. Ayam udah kena inflasi. Porsinya sama tapi harga udah tembus 15 ribuan. Dulu pas PKL di Wonosari, makan mi ayam paha itu cuma 6 ribu. Paha loh, pahaa! Bukan ayam cincang geje, tapi paha 1 biji. Lumayan banget yaa. Ada juga itu yang enak di deket kantor tempat PKL, harganya juga cuma 6 ribu.
Kampung orang emang lebih indah dari kampung sendiri. Wkwkwk.
Tapi pempek di kampungku cukup murah (kayaknya). Pecel lele di sini juga harganya bikin geleng-geleng. Tapi harga tekwan, model, laksan, cukup terjangkau di sini.
Yaudah, kalo gitu makan pempek aja lah.
Enak itu, kangen sekali bisa makan mi ayam. Dulu di kampus tinggal jalan ke ceger udah nemu abang-abang mi ayam. Nyesek juga ye aku ini. Ayam udah kena inflasi. Porsinya sama tapi harga udah tembus 15 ribuan. Dulu pas PKL di Wonosari, makan mi ayam paha itu cuma 6 ribu. Paha loh, pahaa! Bukan ayam cincang geje, tapi paha 1 biji. Lumayan banget yaa. Ada juga itu yang enak di deket kantor tempat PKL, harganya juga cuma 6 ribu.
Kampung orang emang lebih indah dari kampung sendiri. Wkwkwk.
Tapi pempek di kampungku cukup murah (kayaknya). Pecel lele di sini juga harganya bikin geleng-geleng. Tapi harga tekwan, model, laksan, cukup terjangkau di sini.
Yaudah, kalo gitu makan pempek aja lah.
Langganan:
Postingan (Atom)



















